Foto Saya
Nama:
Lokasi: Cengkareng, DKI Jakarta, Indonesia

Hadapi dengan senyuman Semua yang terjadi biarlah terjadi Hadapi dengan tenang Semua akan baik-baik saja. Bila ketetapan Tuhan sudah ditetapkan tetaplah sudah Tak ada yang bisa merubah dan tak akan pernah bisa berubah. Rela kanlah saja ini bahwa semua yang terbaik Terbaik untuk kita. Mengalahlah untuk menang.

Selasa, 20 Mei 2008

Ketika Ujian itu datang

Setiap hal yang terjadi telah dituliskan olehNya, seperti kita tertusuk duri, tergigit nyamuk, tersakiti karena cinta, ataupun tertundanya keberhasilan kita juga telah ditetapkan olehNya. Dan telah dijelaskan Allah dalam firmanNya:

Tak ada suatu bencanapun yang menimpa di muka bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Al-Hadiid 22)

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatu h sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An'aam 59)

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). (Ar Ra'd 39)

Katakanlah, ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At-Taubah 51)

Rasulullah saw. juga menyatakan hal ini, beliau bersabda: Tidaklah beriman seorang hamba Allah hingga ia percaya kepada takdir yang baik dan buruk, dan mengetahui bahwa ia tidak dapat menolak apa saja yang menimpanya (baik dan buruk), dan ia tidak dapat terkena apa saja yang dijauhkan darinya (baik dan buruk).

Tak semua keinginan kita adalah yang terbaik bagi kita. Mungkin apa yang kita inginkan belum pantas kita mendapatkannya, mungkin itu keinginan kita belumlah kita perlukan atau mungkin doa dan ikhtiar kita belumlah maksimal. Bukankah Allah lebih mengetahui daripada hambaNya??? Mungkin juga, ketika satu, dua atau tiga kebahagiaan belum kita dapatkan, Allah telah memberi kebahagiaan yang lain.

……… Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An Nisaa' 32)

Jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (Al-Hadiid: 23)

Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan pembicaraan yang jelas. (Shad: 20).

Kalo kita ”memaksa” untuk selalu dituruti setiap keinginan kita, emang siapa kita mau menuntut ini dan itu??? Kita kan hanya hambaNya :-), apa kita sudah terlalu sempurna dalam beribadah hingga ”menuntut” Allah untuk harus mengabulkan doa kita??? Apa kita tidak ingat ketika kita mengabaikan perintahNya? ?? Dan justru mendekati apa yang Ia larang???. marilah kita bercermin pada diri kita. Ingat, ketika kita berdoa, kita meminta dan bukanlah menuntut. Tetaplah yakin bila doa kita dikabulkan dan Ia pasti memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Bila itu terasa perih, maka itu adalah yang terbaik bagi kita dimataNya. Sesungguhnya, Allah memberikan hidayahNya pada orang yang Ia pilih.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Imran 139)

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. (Huud 9)

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (Fushshilat : 49)

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki- Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Al Qashash : 56)

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Alam Nasyrah : 5)

Sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah: 177)

Seluruh jiwa raga kita adalah milikNya, termasuk harta dan keluarga kita. Ia punya hak atas kita. Apa Ia Memberi suka atau duka pada hambaNya. Ingat kita hanyalah hamba. Sudah kehendakNya bila Ia mengabulkan, belum atau tidak mengabulkan doa hambaNya. Bila Ia menunda keinginan kita menjadi nyata atau Ia tidak mengabulkan doa kita, itu bisa karena beberapa hal.

Rasulullah bersabda : ”Tidaklah orang yang berdoa kecuali dia berada diantara tiga kemungkinan: dipercepat pengabulan doa nya, pahalanya disimpan untuknya atau dihilangkannya kejelekan yang setara dengan permintaannya.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:" Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (Al-Ankabut 2-3)

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan (Ali 'Imraan 186)

Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? (At Taubah 126)

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al Kahfi 7)

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (Muhammad 31)

............ Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (Ali 'Imraan 154)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah ayat 216)

Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (An-Nisa : 19).

Dalam buku rahasia Al Qur’an karya Harun Yahya menyebutkan bahwa: ”Allah menguji hamba-hamba- Nya dengan berbagai kejadian yang telah ditetapkan untuk mereka. Orang-orang yang bertawakal kepada Allah ketika mereka menghadapi peristiwa seperti itu, Allah akan ridha dan cinta kepadanya. Dengan memahami rahasia ini, orang-orang yang beriman menjumpai kebaikan dan keindahan dalam setiap peristiwa. Peristiwa-peristiwa yang sulit tidak membuat mereka merasa gentar dan khawatir. Mereka tetap tenang ketika menghadapi penderitaan yang ringan maupun berat. Sedangkan dalam buku beliau yang berjudul ”Melihat kebaikan dalam segala hal” menyebutkan bahwa : ”Kita harus ingat bahwa takdir yang ditentukan Allah adalah benar-benar sempurna. Jika seseorang menyadari adanya kebaikan dalam setiap hal, dia hanya akan menemukan karunia dan maksud Ilahiah yang tersembunyi di dalam semua kejadian rumit yang saling berhubungan. Kita tidak selalu beruntung dapat melihat sisi positif yang muncul. Mungkin juga Allah hanya akan menunjukkan maksud keilahian-Nya di akhirat nanti. Karena alasan itulah, yang harus dilakukan oleh orang yang ingin menyerahkannya pada takdir Allah dan memberikan kepercayaannya kepada Allah, adalah menerima setiap kejadian itu—apa pun namanya—dengan keinginan untuk mencari tahu bahwa pastilah ada kebaikan di dalamnya dan kemudian menerimanya dengan senang hati. Takdir yang dituliskan oleh Allah begitu unik dan dilewati oleh seseorang benar-benar sesuai dengan apa yang telah Allah tetapkan. Orang awam menganggap kepercayaan akan takdir semata-mata hanya merupakan cara untuk “menghibur diri” di saat tertimpa kemalangan. Sebaliknya, seorang mukmin memiliki pemahaman yang benar akan takdir. Ia sepenuhnya menganggap bahwa takdir adalah sebuah rencana Allah yang sempurna yang telah dirancang khusus untuk dirinya.Takdir adalah rencana tanpa cacat yang dibuat untuk mempersiapkan seseorang untuk sebuah kenikmatan surga. Takdir penuh dengan keberkahan dan maksud Ilahiah. Setiap kesulitan yang dihadapi seorang mukmin di dunia ini akan menjadi sumber kebahagiaan, kesenangan, dan kedamaian yang tak terbatas di kemudian hari.”

Dan jika Allah menimpakan kemudharotan kepadamu, maka itu tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia (sendiri) dan jika Dia menghendaki kebaikan kepadamu, maka kamu tidak dapat menolak karuniaNya. Dia lah yang memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dan pada hamba-hambaNya. Dan dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Yunus 107)

Rasulullah Muhammad saw. pun bersabda bahwa tindakan setiap orang telah ditakdirkan oleh Allah,“Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia telah menetapkan bagi setiap hamba di antara ciptaan-Nya empat hal: kematiannya, tindakannya, tempat tinggal dan tempat ia berpindah, serta makanannya.” (HR Tirmidzi)

sabda Nabi saw., “Jika Allah memutuskan bahwa seseorang akan mati di sebuah tempat, Allah membuatnya pergi ke tempat itu.” (Tirmidzi)

2. La Tahzan...

Mereka yang tertawa belum tentu tak ada masalah. Hampir setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Kadang masalah itu ada yang kita tahu dan ada yang mereka sembunyikan. Setiap orang diuji sesuai dengan kemampuannya Dan Allah lebih mengetahui daripada hambaNya seperti apa ujian yang sanggup dijalani oleh seseorang dan kapan waktu terbaik dimataNya memberikan ujian itu pada hambaNya.

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” (Al-Mu`minuun 62)

............Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Al Maa'idah 6)

Jangan merasa kita adalah orang yang paling menderita. Mungkin ujian kecil yang sedang kita hadapi bisa menjadi bekal ketika menghadapi ujian yang lebih besar. Namanya juga hidup seperti roda, tentu saja masalah itu akan ada ketika masalah yang lain selesai atau mungkin belum selesai. Kalo kita dikasih ujian terus, artinya kita kuat untuk bertahan. Selalu lihatlah orang yang diatas dan dibawah kita. Maksudnya, melihat orang yang di atas yang ujiannya lebih berat daripada kita. Bersyukurlah, kita tidak atau belum di uji seperti itu. Dan melihat ke bawah yang ujiannya lebih ringan daripada kita, itu artinya kita lebih kuat bila dibandingkan mereka yang ujiannya belum seberapa dibandingkan kita dan kita sudah dipercaya untuk mendapat ujian yang diharapkan dapat membuat kita jadi lebih bijak. Seperti kata sahabat saya, ”hadapi masalah dengan tenang dan jangan dibuat manja oleh masalah itu atau masalah yang baru datang.” Sebenarnya, masalah apapun itu, intinya apakah kita bisa lebih sabar, lebih ikhlas dan bersyukur??? . Bisa saja untuk hilangnya sebuah hp kita bisa sabar, namun ketika kita menghadapi pengendara motor di jalan kita jadi kurang bersabar. Kesabaran itulah yang sebenarnya harus kita tunai ketika ujian datang meski itu sangat dan sangat tidak mudah, namun bukan hal yang mustahil.

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (Huud 11)

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (Huud 115)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Alam Nasyrah : 6)

............Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (Al Hajj 34). (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka. (Al Hajj 35)

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki- Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. (Az Zumar 23)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Al Anfaal 2)

Seperti yang dikatakan oleh Nabi s.a. w., “Barangsiapa yang tetap bersabar, Allah akan membuatnya sabar. Tak ada karunia yang lebih baik daripada kesabaran.” (HR Bukhari)

Dalam sebuah buku, menyebutkan dengan maksud “Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha. Sabar bukanlah pula perjuangan tanpa hasil. Sabar adalah teman kesejukan diantara ikhtiar dan maksimal tawakal total. Saat Allah memberimu, berarti Ia menampakkan kebaikanNya. Bila Ia menahanmu, Ia menunjukkan kuasaNya. Dalam semua itu Ia ingin memperkenalkan diriNya kepadamu dengan kelembutannya ingin menerimamu. Dia memberikan jaminan kepadamu untuk mengabulkan apa yang Ia kehendaki dan diwaktu yang Ia inginkan.”

………. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Huud 49)

3. Muhasabah Diri

Bila kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, coba kita recovery Diri. Mungkin, kita memiliki banyak kesalahan yang harus kita perbaiki dan ujian merupakan salah satu cara Allah menyentuh hati kita dengan cara yang sangattttt halus. Mungkin, ibadah kita kurang, mungkin ada sikap kita tidak disukai Allah, mungkin kita pernah punya salah pada orang tua, atau pada orang lain. Bisa pula karena ibadah kita ada yang kurang tepat, ada bacaan yang kurang tepat, kurang shodaqoh dsb. Bisa pula ujian itu merupakan salah satu cara Allah menguji kesetiaan, kepercayaan dan cinta kita. Apakah kita masih mempercayai pertolonganNya atau kita putus asa. Mungkin pula, disaat sulit itu kita semakin tahu betapa Allah mencintai kita, betapa keajaiban dariNya begitu berharga, betapa orang-orang yang kita temui sangat peduli terhadap kita dan sebagainya. Wallahu a’lam bishshawwab

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahan nya. (Al A'raaf 201)

Dalam hidup, Allah ingin membentuk kepribadian hati kita melalui ujian. Seperti kisah cangkir cantik. Awalnya ia hanya tanah kemudian ia dibentuk, dipanaskan dan dibakar. Kemudian dihias dan akhirnya dipajang disebuah etalase toko. Bila cangkir bisa berbicara, mungkin dia pernah mengeluh sakit sebelum menjadi cantik dan berharga lebih mahal. Seperti juga dengan kerang mutiara, yang merasa perih ketika ada partikel masuk ka dalam cangkangnya. Lama-lama, kita akan menemukan mutiara yang berkilau di dalam sana. Allah tidak sedang menyakiti kita. Allah tidaklah mempersulit kita, Allah sedang mengajari kita agar lebih peka, Allah sedang membersihkan hati kita. Mungkin, Allah sedang mengingatkan kita akan salah kita akan apa yang pernah kita lakukan dan kita ucapkan dari bibir atau hati. Mungkin Allah mempunyai jalan yang lebih baik untuk kita, mungkin Allah ingin menanamkan nikmatNya agar terasa lebih dalam dihati kita, Mungkin Allah ingin membuka hati kita dengan menunjukkan seperti apa yang lebih tepat, mungkin Allah ingin kita memahami banyak hal, mungkin Allah ingin kita lebih tahu betapa Ia mencintai kita, mungkin Allah ingin kita lebih tahu tentang kuasa… setia… kemurahan… kehendak… keagungan dan sifat baik Allah yang lainnya. Allah tidaklah menganiaya kita, namun kita yang menganiaya diri kita sendiri. Sesungguhnya Allah telah banyak menolong kita. Hidayah Allah sangatlah mahal... Ingatlah tentang segala nikmat Allah...

Mari kita renungkan kembali, siapa kita, darimana kita, sudahkah kita menjadi hambaNya yang patuh??? atau kita justru telah menghianatiNya. Allah sedang mengingatkan kita bahwa keidealisan yang dimiliki manusia harus ini dan itu dalam perjalanan hidup, itu hanya harapan dan ikhtiar manusia. Allah lah yang berhak menentukan dan menetapkan semuanya. Allah lah yang berkuasa dan manusia sangatlah lemah. Dalam hidup kita, lebih baik kita memiliki rencana. Namun, semua rencana-rencana itu menyesuaikan dengan takdir Allah. Jika seseorang merasa dirinya dapat mengubah takdirnya, janganlah merasa sombong. Semua terjadi karena kehendak Allah. Dan sebenarnya, seseorang itu mengalami kejadian lain yang telah ditakdirkan untuknya. Sungguh, tak ada satu detikpun dalam kehidupan ini yang terjadi di luar ketetapanNya.

Katakanlah, ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At-Taubah: 51)

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Luqman 18)

Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (Al Hadiid 32)

Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa. (Al Israa' 83)

…………….. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (An Nisaa' 36)

………….. Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (An Nisaa' 139)

Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)- Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). (Al Mu'min 13)

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Ar Ra'd 26)

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Dan barangsiapa diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (Q.s. al-Baqarah: 269).

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim : 7)

Rasulullah saw. dalam sabdanya: Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah? Mereka berkata, Tentu saja wahai Rasulullah. Beliau bersabda, Serulah Tuhanmu siang dan malam, karena doa itu merupakan senjata bagi orangyang beriman.

Allah telah mengabulkan apa yang kita minta, Allah telah menyiapkan kisah yang lebih indah daripada doa kita yang pernah terpanjat karena Ia jauh lebih mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Allah telah memberi apa yang kita butuhkan. Allah telah memberi kita anugerah yang sangat indah “kebahagiaan atas rasa syukur” meski seringkali hati ini penuh debu dan lemah hati. Sadarkah bahwa kita telah banyak diberi kemudahan olehNya.???. Mungkin bila kita merasa sebuah kesulitan, maka kita harus belajar dari semua itu. Semua tak ada yang sia-sia. Bukankah Allah telah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Al Qamar 49)

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Ibrahim : 34)

............ ....Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Al Maa'idah 6)

Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” (Al-Mu`minuun 62)

Allah memang tidak merubah suatu kaum bila mereka tidak berusaha, namun bila Allah berkehendak usaha kaum itu belum berhasil, maka kenyatannya akan belum berhasil. Dalam proses itu, mungkin Allah telah memberikan hikmah pada mereka bila mereka mau berpikir. Kesuksesan akan datang pada mereka yang berusaha meraihnya dan bukan pada mereka yang hanya memimpikannya tanpa berbuat apa-apa, kecuali bila Allah memberikan keajaiban itu. Sebelum kita sukses, kita harus memahami bahwa kesuksesan berarti perubahan dan sangat memungkinkan kita mengalami proses “belum berhasil.” Semua manusia memiliki kesempatan untuk sukses meski jalannya sangatlah berbeda. Yang pasti rintangan untuk mereka ada. Yang perlu kita pahami, bukanlah berapa banyak rintangan atau kenapa kita memiliki banyak hambatan dibandingkan orang lain, melainkan bagaimana kita melewati rintangan-rintangan itu dengan baik. Kesuksesan sejati memang butuh perjuangan yang tidak kecil!!! Bukan berpikir tentang mengapa ini terjadi padaku??? namun pikirkan apa yang ada dalam kendalimu untuk menyelesaikan masalah itu. Lebih pikirkan solusi daripada masalah!!!

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan- Nya kepada sesuatu kamu, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Anfal: 53).

Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi pertolongan dari tempat yang tak terduga, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya akan di cukupi segala kebutuhannya (QS Ath-Thalaq: 2-3)

Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap. (Alam Nasyrah 8)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Yunus 3)

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal (At-Taubah 129)

………Dan hanyalah kepada Allah lah dikembalikan segala urusan. (Al Anfaal 44)

.......... Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (Ali Imran: 173)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al-Baqarah 45)

Dalam buku rahasia Al Qur’an karya Harun Yahya menyebutkan bahwa: ”Setiap orang sangat memerlukan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dari udara untuk bernafas hingga makanan yang ia makan, dari kemampuannya untuk menggunakan tangannya hingga kemampuan berbicara, dari perasaan aman hingga perasaan bahagia, seseorang benar-benar sangat memerlukan apa yang telah diciptakan oleh Allah dan apa yang dikaruniakan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak menyadari kelemahan mereka dan tidak menyadari bahwa mereka sangat memerlukan Allah. Mereka menganggap bahwa segala sesuatunya terjadi dengan sendirinya atau mereka menganggap bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh adalah karena hasil jerih payah mereka sendiri.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nahl: 18).

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) , maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (Ali 'Imraan 160)

Semakin usia kita bertambah, maka masalahpun juga akan semakin kompleks. Bila tidak kita imbangi dengan ketaqwaan kita padaNya maka iman kita bisa mudah goyah. Recovery diri bukan berarti kita gagal namun kita cukup jujur mengakui kesalahan dan belajar mencari solusinya. Kata siapa kita belum berhasil??? Orang-orang besar memang berbeda dengan kebanyakan orang. Dikala orang lain telah mendapatkan keberhasilannya, disaat yang sama mungkin kita menemukan berbagai cara yang membuat kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan... yang membuat kita bisa lebih termotivasi untuk semakin berlari kencang. Mungkin kita kurang beruntung dan ketinggalan start, namun bukan berarti kita tak bisa mencapai garis finish.

4. Build Positive Reaction (BPR)

Dalam hukum aksi reaksi, yang harus kita lihat dari sebuah ujian, bukanlah besar atau kecilnya masalah yang kita hadapi, namun bagaimana reaksi kita menyikapinya. Kita menikmatinya atau kita mau bikin tambah pusing itu atau mencoba belajar bijak menyikapinya, semua terserah kita. Tapi yang pasti, kita bakal melewati fase masalah itu. Ketika kita belum mendapat yang kita inginkan. Kita tidaklah gagal.. Kita tidaklah bodoh. Mungkin ada strategi kita ada yang kurang tepat, mungkin kemampuan yang kita punya masih belum sebanding dengan besarnya mimpi yang ingin kita raih atau keadaan yang kita inginkan. Mungkin diluar sana, banyak yang lebih menakjubkan daripada kita, dan kita belumlah terlambat untuk menjadi berkilau dan meraih apa yang kita inginkan. Lakukan hal yang bermanfaat, minimal untuk diri kita sendiri. Kembangkan potensi yang kita bisa. Keep positive thinking dengan Allah… dan dalam menyikapi hambatan yang datang. Optimis kalo masa depan kita akan bersinar. Optimis kalo kita akan dapat apa yang kita inginkan. Ketika teman-teman kita telah berhasil, maka calon orang besar sepeti kita juga harus berhasil meski keberhasilannnya dalam bentuk yang berbeda.

Seorang kakak pernah berkata “Jangan lihat ke belakang,” adapun maksudnya, janganlah melihat tentang apa saja yang kita korbankan demi tujuan kita, karena bila kita larut dalam hal itu, kita bisa putus asa mengapa kita belum meraihnya. Hari ini adalah milik kita, anggap saja kita belum berjuang apa-apa. Perjuangan yang kemarin anggap saja itu hanya pemanasan dan permainan latihan meski sebenarnya kita pernah berjuang mati-matian untuk itu. Berusaha untuk konsen dengan doa dan ikhtiar kita yang lebih dari kemarin. Kembangkan potensi mental positif yang kita punya. Ketika kita bisa menerapkan hal-hal tersebut, Insya Allah langkah kita akan semakin ringan untuk merealisasikan strategi baru kita. Bila kita tidak merubah pemikiran dan diri kita lebih dulu.... bagaimana kita merubah dunia kita dengan apa yang ada dalam kendali kita??? Apa yang kita dapatkan esok, juga bergantung dari yang kita lakukan pada hari ini. Dalam hidupkan ada benang merah yang seperti besi spiral yang berkaitan??? . Memang, mencoba membentuk mental untuk positif dengan mengatur hati dan pikiran yang kemudian disalurkan ke tindakan sangat tidak mudah, namun bukan hal yang mustahil. Hidup memang perjuangan kawan dan apapun hambatan yang ada, selalu yakinkan pada diri kita bahwa kita BISA. Percaya dengan janji Allah bahwa kita mendapat ujian sesuai dengan kemampuan kita.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah 286)

Sebenarnya, istilah gagal lebih tepat diganti dengan posisi untuk memilih antara melanjutkan perjuangan atau berhenti dititik itu. Seorang ilmuwan terkenal pernah berkata : Saya tidak mengalami 99 kegagalan, saya hanya menemukan cara yang membuat alat itu tidak berjalan. Subhanallah, ia begitu positif menyikapinya. Sedangkan Abraham Lincoln pernah berkata :Jalan itu licin dan menggelincirkan. Satu kakiku terpeleset diatasnya, menendang kaki lainnya keluar dari jalur, namun aku kembali tegak dan berkata kepada diriku sendiri, “Itu cuma terpeleset dan bukan jatuh” ketika ia pernah mengalami 8 kali kalah dalam pemilu, 2 kali belum berhasil dalam bisnis dan mengidap gangguan syaraf. Bila mereka bisa berpikir positif, mengapa kita tidak bisa???.

5. Syukuri yang telah ada

Jangan jadikan urusan duniawi dan materi menjadi tujuan utama. Jangan mengejar kebahagiaan yang semu. Bila kita mau melihat lagi, sebenarnya banyak hal disekitar kita, bahwa banyak hal yang telah kita miliki, banyak hal yang telah kita dapatkan bisa membuat kita merasa bahagia. Jangan berlari mengejar kebahagiaan, sesungguhnya kebahagiaan itu sangat dekat. Ingatlah padaNya, dan belajar bersihkan hati dengan cara pandang yang lebih luas. Teruslah belajar tentang apa yang benar dan memperbaiki yang kurang tepat.

...... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al Hadiid : 20)
............ . Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (Ali 'Imraan 145)

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al Kahfi 7)

Jangan berpikir untuk ingin mati. Apakah dengan kematian itu semuanya akan beres???. Bersyukurlah udah diberi banyak nikmat oleh Allah. Bersyukurlah masih dicintaiNya, bersyukurlah masih bisa makan, masih punya tempat untuk tidur, masih memiliki keluarga yang sayang, masih memiliki tubuh yang bisa digunakan, masih memiliki kesehatan dsb. Lihat anak kecil di jalan-jalan yang ngamen dari pagi sampai malam, mereka berusaha menyambung hidup dan tak jarang mereka sekolah dengan biaya mengamen yang mereka dapatkan. Sedang dirumah sakit sana, banyak mereka yang ampe cuci darah berkali-kali karena mereka sedang ikhtiar agar bisa terus hidup. Disana, masih banyak orang yang ujiannya lebih berat daripada kita. Ketika kita melihat seseorang keluar dari mobil mewah atau seseorang yang mempunyai apa yang kita inginkan,sering kita bertanya “mengapa bukan aku yang disana???” . Pernahkah dalam hati kita ada pertanyaan terlontar “mengapa bukan aku yang disana” ketika kita melihat orang yang sedang sekarat. Tidakkah kita mau bersyukur???

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar Rahmaan 13)

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Ibrahim 34)

6. Enjoy Your Life

Kadang kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk berjuang demi sebuah kesuksesan dengan berbagai cara dan kadang kita melupakan tujuan hidup kita yang lain. Rizki itu jodoh, namun kita punya apa yang ada dalam kendali kita. Jangan terlalu menargetkan sesuatu namun tetap optimis. Yang penting kita telah berusaha untuk tujuan kita dan sekarang berusaha untuk lebih daripada kemarin. Apa yang terbaik dimata Allah pasti terbaik untuk kita. ALLAH TIDAK PERNAH SALAH.... yang seringkali salah adalah cara berpikir dan sangka hati kita. Jangan bikin sesuatu yang rumit semakin rumit, enjoy your life... cintai yang kamu lakukan selama itu masih dijalan yang di ridhoiNya. Kebahagiaan itu emang dalam hati, dan bukan diukur atau terlihat dari apa yang tampak. Ketentraman hati.. Kebahagiaan dunia akhirat... Kenyamanan diri.. Itu yang sebenarnya ingin kita rasakan.
Bila hati hampa, mendekatlah pada allah. Hanya Allah yang bisa menghibur kita dengan sempurna dan yang dapat menghilangkan duka kita. Sesungguhnya, Allah sedang menunjukkan kebesaran dan kemurahan kasih sayangNya. Wajar bila kita pernah merasa tegar, namun disuatu waktu kita merasa down karena hati seperti tubuh yang bisa sakit. Menangislah bila hatimu menginginkannya. Sebenarnya, dalam suatu kondisi kadang kita tahu apa yang harus kita lakukan. Jangan putus asa dengan pertolongan Allah dan perdalam ikhtiar. Pertolongan Allah sangatlah dekat... Hidayah Allah sangatlah mahal dan keajaibannya sangatlah berharga. Bila Allah menghendaki sesuatu terjadi pasti akan terjadi. Apa yang tak mungkin dimata manusia snagatlah mungkin dimata Allah.

......... sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.( . Al Baqarah 214)

Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri. (Q.s. Qaf: 16).

………….. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki- Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. (Ali 'Imraan 13)

Dan sesungguhnya kepada Tuhan mu lah kesudahannya segala sesuatu. Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. (An Najm 43)

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Yasin 82-83)

Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s. Al-Baqarah: 186)

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya) .” (An Naml 62)

Sebuah hadits dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Artinya : Allah berfirman Wahai hambaKu seandainya orang terdahulu dan sekarang baik dari jin maupun manusia berkumpul di suatu tempat, kemudian mereka semua memohon kepadaKu dan Aku kabulkan seluruh permohonan mereka, maka demikian itu tidak mengurangi sama sekali perbendaharaanKu melainkan seperti berkurangnya air laut tatkala jarum dicelupkan kedalamnya” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-bir bab Tahrim Zhulm 8/16-17]

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Berharaplah yang banyak sesungguhnya kamu akan meminta kepada Tuhanmu” [Syarhus Sunnah oleh Imam Al-Baghawi 5/208 no. 1403. Al-Haitsami dalam Majmu Zawaid. Thabrani dalam Al-Ausath 10/150]

Artinya : Jika kalian berdo’a perbanyaklah keinginannya, sebab Allah tidak menganggap besar terhadap pemberianNya” [Hadits Riwayat Imam Ahmad 2/475. Imam Thabrani dalam kitab Do’a]

Tunjukkan bahwa kita bisa keluar dari keterpurukan dengan keadilan dari Allah atas kemurahan hatiNya melihat ketulusan doa dan perjuangan kita. ALLAH ITU TIDAK TIDUR... ALLAH TIDAK TIDUR... ALLAH TIDAK TIDUR :-) Terus berusaha untuk menjadi pemenang dan bukan jadi pecundang. Jangan melemah tanpa menghimpun kekuatan diri. Apapun yang kita lakukan, Allah menilai semuannya. Allah lah yang mencipta DNA, yang membuat sidik jari tiap orang berbeda, Allah yang mendesain sarang lebah dengan sangat dan menciptakan manusia dengan sangat sempurna dan masih banyak kehebatan Allah yang lain. Apalagi tentang merancang perjalanan hidup manusia??? tentu saja, rencana Allah sangatlah sempurna. Sesungguhnya, Allah tidaklah mengecewakan kita, namun kita sendiri yang mengecewakan diri kita sendiri.

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (Al Israa' 70)

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (Al Mu'minuun 78)

7. Wake up coz the soldier should survive!!!

Semua ujian pasti ada hikmahnya. Ingat dengan apa tujuan kita, tetep fokus dengan hal yang lebih penting...!! ! It is YouR LifE, isn’t their LifE..." ga usah denger kata orang yang menciutkan semangatmu, namun ubah asumsi mereka sebagai cambuk untuk membuatmu lebih terbang tinggi. Sepahit apapun mereka memuji kita dengan cacian, anggap aja mereka care meski caranya kurang tepat. Ayo dong.... SEMANGAT ... SEMANGAT... SEMANGAT...! !! Jangan menyerah!!! BILANG PADA HATI KITA ”percuma cobaan yang dulu pernah kamu lewatin kalo mental kamu masih kayak kecebong!!!! Banyak orang pintar, namun belum tentu mentalnya tahan banting. Banyak orang yang lebih pintar dari kamu, namun antara kamu dan mereka siapakah yang lebih beruntung??? Orang pintar, belum tentu memiliki keberuntungan meski mereka memiliki kesempatan dan belum tentu mereka punya mental yang kuat. Berusahalah untuk merubah hidupmu dengan apa yan ga ada dalam kendalimu. ... Kalo kamu ga berusaha dari sekarang, ga cuma masa depan yang kamu harapkan saja yang hancur, tapi kamu juga bisa kehilangan orang-orang yang kamu sayangin. kalo kamu ga brusaha dapetin apa yang kamu harepin.. kalo kamu ga seperti apa yang kamu ingnkan, Gimana dunia dan mereka akan respect ma kamu??? gali potensi diri yang kamu bisa gali. Allah udah kasih kamu kesempatan And udah kasih kamu kemampuan. Jangan mau sama dengan kebanyakan orang!!! Pertajam Innerbeauty And karakteristik dirimu!!! Be your self!!! So, Jangan hanya berharap saja, tapi asah dan gunakan kemampuan yang Allah berikan!!!. Allah pasti membantu kamu. Jangan menunggu esok untuk melangkah… lakukan sekarang….!!! Sudah saatnya berlari lebih kencang daripada sebelumnya setelah merebahkan luka sesaat”

Ketika kita merasa rapuh dan tak ingin berbagi dengan seorangpun, bayangkan Allah berkata pada kita “Aku melihatmu... Aku sangat mengetahui tentangmu… Aku adalah cinta yang tak menyakitimu… Terus mendekatlah padaKu bila kamu tak ingin merugi… Aku hanya sedang mengujimu hambaKu... Percayalah pada pertolonganKu.” Bayangkan pula… orang-orang yang kita kagumi berkata pada diri kita: ” U'll be fine... Allah love You.. I'll be here 4 You FElla.. U can survive likE me...Always think to Reach Your drEam And doNt surRendEr coz You cAn Be the winNer. Remember with Your purpose... with Your dream... with Your proMise..!!! N remember with the lifE after You close Your eyEs forevEr.."

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda